Danau Tersembunyi Maratua


Kecamatan Maratua memayungi beberapa desa kecil, yg terdekat dgn Paradise adalah desa Teluk Harapan. Masuk kesini, serasa berada di daerah koboi, jalan besarnya terhampar putih pasir pantai, rumah rumah penduduk yg sebagian besar punya teras cukup luas, berjajar sepanjang jalan yg muat untuk ukuran 2 mobil besar. Ramah tamah khas daerah wisata terbersit dari wajah penduduknya yg lahir-besar disini. Mentari terik, cuaca panas menjadi dingin seketika sat melihat permainan anak anak Maratua, yg bersih dari gadget, bebas dari cengkraman teknologi, hanya bermodal batu, sebuah permainan tercipta, memanfaatkan lingkungan, mereka nikmati masa terindah buat mereka.

Perairan pulau Maratua tidak hanya eksotis di pemandangannya saja, bahkan empat gugusan pulau Derawan, Maratua, Kakaban dan Sangalaki lebih ku kenal sebelumnya sebagai spot selam terbaik setelah Raja Ampat. Danau ubur ubur tak bersengat yg awalnya hanya terkenal di Kakaban, pun ada disini. Proses pembentukan danau jutaan tahun yg unik, memaksa hewan tak bertulang ini pun merubah hidupnya dgn evolusi. Danau Haji Buang namanya, danau ini terletak di sebuah desa bernama Payung-payung, berada dalam kawasan 8 hektar kebun milik warga desa tersebut, dan diberi nama seperti pemiliknya. Sugiyono, pewaris gen Haji Buang, yg sekarang mengelola tempat ini, usahanya tak sekadar menunggu tiket masuk pengunjung yg kebetulan tahu keberadaan danau ini, tapi memanen kopra dan menjualnya hingga ke pulau Sulawesi. "Kami disini tidak menetapkan biaya masuk, berapa yg bapak-ibu berikan itu kami terima" ujar pria berdarah jawa-melayu ini.

Dengan ramah ia menawarkan minum dan rokok juga tegukan nikmat kelapa yg begitu menyegarkan di hari yg panas. Senyum jg tak henti muncul di muka persegi panjangnya. "Pondok ini cuma untuk istirahat kalau saya ke kebun, tapi bukan rumah tinggal, rumah saya ada di desa" obrolan kami semakin akrab dengan berbagai pertanyaan penasaran. "Sudah kami perbaiki jalan menuju danaunya, dekat saja tidak jauh, nanti akan ada pondok istirahat disana" ujarnya sambil sesekali menikmati asap tembakau kreteknya. "Disini banyak ubur uburnya" jelasnya dengan semangat. Tegukan terakhir kelapa pertanda kami harus melanjutkan perjalanan kembali sekitar 50 meter dari pondok pak Sugiyono.

"Mana ubur-uburnya??" Kubuka mata selebarnya mencari bentuk transparan yg mengambang. Tapi tak ada. Beberapa menit menyelam dgn peralatan snorkeling yg kami bawa susah payah ke tempat ini dgn kamera underwater yg sangat berat, memberi alasan suapaya kartu compact flash kamera ku harus terisi gambar ubur ubur Danau Haji Buang. Kucelupkan sekali lagi googleku ke air hijau keruh itu. Dan mereka bermunculan, tak banyak, tapi ada, ku hitung setidaknya ada 3 jenis ubur ubur disitu, mungkin terbersit kecewa soal jumlahnya juga keadaan airnya keruh tapi aku puas saat itu dgn gambar detail ubur ubur yg oleh lensa makro underwaterku terekam dgn baik.

Transportasi adalah kunci untuk pengembangan pariwisata Maratua dan sekitarnya. Mungkin saja hal itu yg ada di benak pemimpin kabupaten Berau, Drs. H. Makmur HAPK. Obsesinya membuka sebuah bandara internasional di Maratua bukan hanya cita cita, berton ton pasir, batu dan alat alat berat sedang bekerja membangun landasan terbang disana. Terlihat proyek ini belum dimulai lama, tetapi semangat para penduduk desa Payung-payung menyambut kedatangan turis dalam dua tahun kedepan berkobar. Pendapatan mereka akan naik secara signifikan, keramahan mereka sudah mendarah daging, dan tidak ada yg salah dgn hal itu, bahkan beberapa punya keahlian meng-guide para penyelam ke dasar laut, perlahan mereka masuk ke gelangang pertarungan industri pariwisata sesungguhnya. Mereka siap.
FOTO:
1. Pantai Maratua. Tipikal pemandangan kepulauan Indonesia, yg tidak pernah habis untuk kata “indah”.
2. Sungai Segah. Salah satu jalur utama untuk transportasi kapal kapal besar di Berau
3. Paradise. Maratua Paradise Resort, water villanya begitu nyaman berpadu dgn biru laut maratua
4. Sunset. Tak pernah ada gambar yg sama, saya sarankan membawa kamera untuk mengabadikan setiap momen anda disana.
5. Desa Tanjung Harapan. Disini pun terdapat penginapan murah untuk anda budget traveller, bermalam disini bisa jadi pilihan.
6. Anak anak Tanjung Harapan. Bahagia dalam kesederhanaan.
7. Sugiyono. Pemilik kebun yg punya Danau seperti Kakaban, tidak menetapkan biaya masuk, dgn alasan fasilitas yg belum lengkap.


8. Ubur ubur H. Buang. Seseorang harus berbuat sesuatu tentang penyu disana