Puncak gunung Ilemandiri tertutup awan tebal, jalan pelabuhan Larantuka ini pun masih sepi. Kami menunggu kapal Menami untuk berlayar membawa kami ke titik penyelaman dan pengamatan selanjutnya, tapi dokumen perijinan kami belum juga tiba. Semakin sore kapal kapal nelayan mulai berdatangan, bentuknya sedikit aneh melebar dibagian depan, ada pelataran yang cukup lebar disitu, sedangkan bagian buritan yang tercelup air bentuknya seperti kapal ikan pada umumnya.
Beberapa nelayan menaiki kapal kami, “menumpang” berdiri untuk membawa ikan secara estafet, karena kapal kami yang cukup tinggi dan sejajar dengan dermaga, memudahkan untuk memindahkan ikan. Para nelayan beramai-ramai membawa tong yang dipotong setengah dan punya pegangan dari tali tambang berwarna biru, aku penasaran dengan isi dalam tong-tong itu, setelah meminta ijin untuk memotret dan kemudian mendekat, barulah aku melihat ikan-ikan cakalang gemuk yang membuat para nelayan itu sumringah. Tangkapan hari itu adalah senyum mereka.
Tong-tong itu dibawa ke bagian belakang pikap yang sudah menunggu di dermaga, dengan timbangan yang cukup besar. Setiap kali tong yang penuh berisi ikan itu berada di belakang pikap, isinya ditumpahkan di atas alas terpal biru. Ada yang mencatat angka timbangan, ada yang menyortir langsung besarnya ikan, ada yang bertugas menimbang gerombolan ikan dan memasukkannya ke bak di bagian belakang pikap. Aku bertanya harga perkilo ikan itu, “Lima belas ribu” jawab salah satu nelayan, itu artinya mereka mendapatkan dua belas juta rupiah, wow banyak juga penghasilan mereka, pikirku yang tak lama langsung terkoreksi setelah membuka obrolan dengan selah satu nelayan. Si bapak nelayan mengungkapkan bahwa kapasitas kapal ikan itu sekitar 50 ton! Bila tangkapan mereka banyak, bisa mendapatkan uang sekitar 200 juta hingga 300 juta, yang artinya tangkapan 800 kilogram itu kecil! Penghasilan itu harus dibagi-bagi lagi, untuk pemilik kapal (setengah dari seluruh penghasilan) dan ABK yang dibagi berdasarkan pangkat mereka di kapal, dan jangan lupakan ongkos operasional kapal yang harus mengurangi jatah mereka.
Moral Point: Kalau nonton di tv kabel, para nelayan di Amerika Utara sepertinya banyak lebihnya (lebih kaya, lebih makmur, lebih canggih) meskipun peraturan perikanan mereka lebih ketat, tapi itu semua tidak bisa membayar senyum puas, berapapun hasilnya adalah berasal dari kerja keras, dan bila kita puas, kita bersyukur.